Manajemen Komunikasi
Manajemen
Komunikasi, merupakan pendistibusian jalur komunikasi yang terjadi akibat
banyaknya kertelibatan individu maupun letak lokasi (geografis) dalam
pelaksanaan proyek, yang mencakup perencanaan komunikasi (communication
planning), pendistribusian informasi (information distribution), pelaporan
kinerja (performace reporting) dan klosur administrasi (administrative closure).
Komunikasi
adalah hal yang penting dalam menjamin proses pelaksanaan proyek berjalan
dengan baik. Banyaknya pihak yang terlibat akan semakin membuat proses
komunikasi akan semakin kompleks.
Proyek yang sukses ditandai dengan tim yang efektif. Tim tersebut terbentuk
dengan pola kerja yang baik dimana melibatkan interaksi komunikasi yang juga
efektif. Hal ini berarti komunikasi menentukan dalam kesuksesan proyek.
Masalah komunikasi tidak hanya dilihat dari proses penyampaian pesan dari
satu pihak ke pihak yang lain. Tapi juga jumlah pihak yang terlibat dalam
proses komunikasi tersebut. Pada jumlah pihak yang terlibat hanya dua orang,
maka jalur komunikasi yang terbentuk adalah hanya satu jalur. Pada jumlah pihak
yang terlibat adalah tiga orang, maka jalur yang terbentuk adalah tiga jalur.
Sedangkan jika jumlah pihak yang terlibat adalah empat orang, maka jumlah jalur
yang terbentuk adalah enam jalur. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar berikut
ini.
Jalur
komunikasi yang terbentuk
Sekarang kita tinjau kasus yang riel di
proyek. Menurut Anda, untuk kasus yang sederhana seperti menyelesaikan kasus review
design struktur, berapa orang yang terlibat? Biasanya yang terlibat adalah :
§ Dari pihak kontraktor melibatkan Project Manager, Site Manager, Site
Engineer, dan Drafter.
§ Dari pihak Perencana melibatkan Project engineer
§ Dari pihak Manajemen Konstruksi umumnya melibatkan Team Leader, dan
Structural Engineer
§ Dari pihak Owner melibatkan Project Manager.
Dari uraian di atas untuk kasus review design struktur akan melibatkan
delapan orang. Lalu berapa jalur atau channel yang terjadi selama proses
komunikasinya?
Suatu referensi memberikan suatu rumus untuk menghitung jalur komunikasi /
channel yang mungkin terbentuk berdasarkan fungsi jumlah orang yang terlibat
dalam suatu proses komunikasi. Adapun rumusnya adalah:
Number of Communication Channel = n ( n-1)
/ 2
Kita kembali pada kasus reviem design yang sering terjadi di proyek. Di
sana telah disebutkan bahwa proses tersebut melibatkan delapan orang. Maka
jalur komunikasi yang terbentuk adalah 8x(8-1)/2 = 28 jalur / channel. Suatu
jumlah yang sangat banyak untuk dikendalikan agar pesan dalam suatu proses
dapat tersampaikan sesuai dengan yang diinginkan. Inilah salah satu tantangan
yang harus dikendalikan dalam komunikasi.
Rumus ini mungkin juga menjawab pertanyaan kenapa peserta dalam rapat
sebaiknya dibatasi 5 atau 7 orang. Pada rapat akan terjadi komunikasi tidak
hanya antara pemimpin rapat dan anggota rapat, tapi juga antar sesama anggota
rapat. Pada peserta rapat 5 orang, jalur komunikasi yang terbentuk adalah
5x(5-1)/2 = 10 jalur. Sedangkan pada jumlah peserta 7 orang, jalur komunikasi
yang terbentuk adalah 7x(7-1)/2 = 21 jalur. Bisa jadi 21 jalur adalah batasan
jalur komunikasi yang paling maksimum agar rapat dapat berjalan dengan efektif.
Bayangkan jika rapat proyek yang biasa dilakukan melibatkan 15 orang. Mari kita
hitung. 15x(15-1)/2 = 105 jalur komunikasi. Rapatnya akan berjalan begitu rumit
untuk dikendalikan, mungkin akan seperti debat kusir karena sulitnya
pengendalian proses rapat. Pemahaman antar orang dan pihak yang terlibatpun
bisa saja berbeda-beda seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut:
Memahami rumus tersebut akan membawa kita pada pemahaman yang baik dalam
mengelola komunikasi yang efektif di proyek. Disarankan untuk memecah jalur
tersebut sehingga jalur yang terjadi sesedikit mungkin. Pada kasus di atas,
bisa jadi caranya adalah masing-masing pihak menetapkan satu orang personil
yang ditunjuk untuk diskusi awal mengenai review design. Ini berarti akan
melibatkan orang saja yang terlibat sehingga jumlah jalur yang terbentuk adalah
hanya enam jalur. Tentu lebih gampang untuk dikendalikan. Setelah terjadi
kesepakatan dan dibuat tertulis, baru diangkat ke level di atasnya untuk
disetujui bersama.
Rasanya masih ada teknik-teknik lain dalam rangka mengelola komunikasi yang
efektif. Hal yang terpenting adalah pemahaman akan pentingnya mengelola proses
komunikasi yang terjadi pada proyek, terutama proyek-proyek besar yang
melibatkan lebih banyak pihak yang terkait. Informasi pada tulisan ini mungkin
dapat berguna dalam membuat struktur organisasi proyek serta dalam membentuk
tim khusus yang menangani masalah tertentu di proyek.
Rapat merupakan salah satu cara
berkomunikasi dalam sebuah organisasi. Di sebuah perusahaan, rapat juga
berfungsi untuk membantu para manajer dalam memantau kinerja operasional anak
buahnya, atau dalam melakukan koordinasi dengan bawahan atau tim yang lain. Efektivitas
dan keberhasilan sebuah rapat, secara langsung dipengaruhi oleh kecermatan
pemimpin rapat dan peserta rapatnya.
Gunakan Template dalam Komunikasi Proyek
·
Kebanyakan
orang teknis enggan meminta pertolongan
·
Menggunakan
template dalam berkomunikasi dapat membuat penggunaan waktu dan uang menjadi
lebih efisien.
·
Organisasi
dapat membuat templatenya sendiri atau meniru dari orang lain
Menggunakan Software untuk Membantu dalam Komunikasi Proyek
·
Ada
banyak perangkat lunak untuk membantu komunikasi proyek
·
Perangkat
lunak manajemen proyek mencakup kemampuan baru untuk meningkatkan komunikasi
virtual
·
Edisi
enterprise proyek mencakup fitur untuk pengelolaan portofolio, pengelolaan
sumber daya, dan kolaborasi
berikut video penjelasanya
Daftar Pusaka
http://manajemenproyekindonesia.com/?p=954
http://informatika.web.id/1637.html
http://krisdianprabowo.blogspot.co.id/2014/01/11-project-communication-management.html
http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/communication-project-management.pptx

